Sabtu, September 18, 2010

"Maukah Engkau saya tunjukkan cara instant mencari harta dan kekayaan? tapi sebelumnya; maukah engkau nanti menerima akibat dari beberapa perjanjian yang telah dibuat antara engkau dan setan? Ada banyak mitos yang saya dengar; konon jika engkau memburu pesugihan maka engkau telah berhutang kepada setan yang telah menolong engkau mendatangkan harta dan kekayaan. Jika sudah siap dengan resikonya, saya tunjukkan bahwa Gunung Kawi adalah tempat yang banyak di datangi orang untuk memburu pesugihan. Bersiap-siaplah engkau untuk resikonya, dangyaang merkayangan yang membantumu, suatu saat akan mengunjungi kamu menagih janji yang telah engkau ikrarkan di sana. Takut? Bagaimana kalau memelihara Tuyul saja? resikonya tidak terlalu besar. Engkau cuma kasih makan dia setiap hari, dan jangan biarkan dia kesepian. Tapi beberapa orang teman pernah bercerita bahwa; tidak jarang orang yang memelihara Tuyul meninggal karena tidak kuat kasih dia makan.lho?? lha iya, wong makannya air susu majikannya. konon kalau dia belum terpuaskan maka dia akan terus menyedot air susu sang majikan perempuannya sampai berdarah-darah. Maksudnya karena air susunya sudah mengering dan habis, sampai darah nya yang kemudian disedot..dan masih katanya, kalau lagi apes? sang Tuyul tertangkap, maka perlakuan yang di terima oleh sang tuyul, akan nyetrum kepada majikannya. kalau Tuyul itu di sakiti atau di paku, maka majikannya lah yang merasakan sakit dan berdarah. Ngeri?? oke saya tunjukkan lagi; bagaimana kalau ke Jimbung? memelihara bulus, tapi kulitmu nanti akan kayak bulus..Kalau Ngepet saja, gimana? wahh...itu lebih repot.. jadi gimana? Oke akan saya tunjukkan tempat mencari pesugihan yang aman, nyaman, nikmat dan mengasyikan. Lho? kok mengasyik kan?? Ya, karena kita hanya diminta berziarah ke makam pangeran Samudro dan mandi di sendang Ontrowulan, lalu melakukan hubungan seks dengan seorang yang bukan muhrimmu di alam terbuka, atau sewa kamar kalau punya duit. Dan hanya diperlukan 7 kali kehadiran di sana, setiap malam jum'at kliwon. Tidak percaya? Buktikan saja."

Demikian ilustrasi yang menggambarkan percakapan antara dua orang idiot yang sering berkhayal mendapatkan kesuksesan dengan cara cepat, tanpa capek capek harus menguras pikiran dan tenaga, dan tanpa harus ada sakit hati dan kecewa akibat jatuh bangun dari kegagalan.? Lalu kenapa harus ke Gunung Kemukus?

?

Kemukus adalah nama dari sebuah gunung (sebenarnya hanya berupa gundukan tanah yang bernama kemukus),terletak di kabupaten Sragen. Di tempat ini konon terdapat kuburan keramat sehingga tidak heran setiap harinya selalu ramai di kunjungi orang -orang yang datang dari berbagai daerah. Di komplek pemakaman yang berada di atas bukit yang tingginya kurang lebih sekitar 300 meter ini, mereka berkumpul untuk memanjatkan do'a dan meminta berkah. Makam yang diyakini sebagai tempat kuburan Pangeran Samudro dan Ibunya Ontrowulan ini, menurut yang sudah pergi ke sana, sangat manjur dan mustajab, untuk dimintai berkah pesugihan.

Beberapa meter dari tempat pemakaman terdapat sebuah sendang (danau) yang diberi nama "Sendhang Ontrowulo" menurut cerita, di sendhang inilah? dulu Ontrowulon bertapa dan mensucikan diri, supaya dia bisa bertemu dengan anaknya (pangeran Samudro). Tidak heran jika sekarang tempat itupun dijadikan sebagai tempat yang keramat juga oleh para peziarah (pengunjung) yang datang ke sana, karena di percaya bahwa air sendhang tersebut bisa membuat awet muda. Hal yang menarik dari cerita tentang Ziarah atau ngalap Berkah di Kemukus ini bahwa, konon katanya sang peziarah di wajibkan untuk melakukan hubungan badan antar peziarah lain, yang bukan muhrimnya. Dan masih menurut cerita dari mereka yang pernah ke sana, di air sendhang inilah awal dari perkenalan mereka di mulai. Bak anak remaja ABG para peziarah beramai ramai mandi di sana ,yang juga dijadikan kesempatan untuk mencari pasangan mesum mereka.

Bursa Seks Kemukus, demikian orang-orang menyebutnya, akan kelihatan hingar bingarnya jika kita ke sana tepat malam jum'at Pon. Lampu-lampu gemerlapan, sehingga jika dilihat
dari jauh nampak seperti sebuah bukit yang bercahaya. Segala jenis hiburan ada di sana : siter, tukang ngamen, tukang sulap, bakul jamu, bakul obat, dan tidak ketinggalan kupu-kupu malam dengan pakaian warna menyolok dan parfum yang menyengat. Meskipun pemerintah setempat mungkir jika Kemukus merupakan tempat mesum nya para? peziarah, namun kenyataannya memang seperti itu. Ini berdasarkan cerita dari mereka yang sering bertandang ke sana. Banyak sekali rumah-rumah yang menyewakan kamar, yang sengaja disediakan untuk para pengunjung yang ingin melakukan hubungan badan. Menurut mereka, Ziarah di gunung kemukus tanpa Zinah, maka tidak akan menghasilkan apa-apa.

Yang menjadi pertanyaan kemudian, jika memang benar demikian, Apakah tujuan ngalap berkah itu masih menjadi tujuan utama mereka berkunjung ke sana? Karena dari beberapa khabar berita teman yang juga pengunjung setia kemukus, mengatakan bahwa; Awalnya? dia datang dengan Misi pesugihan, tetapi setelah menemukan pasangan mesumnya, tujuan datang ke Kemukus itu kemudian bergeser, dari semula ngalap berkah, dan mencari kekayaan, menjadi ngalap selingkuhan dan mencari kenikmatan. Meskipun kata "selingkuhan" itu sebenarnya kurang tepat, kenapa? karena mereka yang datang ke sana, ternyata rata-rata sudah mendapat restu dari isteri atau para suami mereka. Tapi apa jadinya kemudian setelah tujuan Mereka ke sana ternyata tidak lebih dari sekedar berburu birahi dan mengumbar sahwat? lalu? apakah ini akan dibiarkan saja tanpa ada tindakan untuk menghentikannya?

Lalu apakah benar mereka kemudian mendapatkan pesugihan setelah tujuh kali jumat pon datang ke sana? "Saya datang ke Kemukus sudah sejak tahun 1970, semenjak saya masih muda, dan sampai sekarang saya masih belum mendapatkan pesugihan itu" demikian kata seorang kakek yang sampai sekarang masih tetap setia menjadi pengunjung Kemukus...Weleeeehhh.



Comentarios